poster edukasi tentang dampak obat obatan terlarang terhadap hati
Minggu, 06 Juli 2014
Selasa, 01 Juli 2014
MAKALAH BIOLOGI TENTANG STRUKTUR DAN FUNGSI SEL SERTA BENTUK APLIKASI SEL KE DALAM BIDANG PETERNAKAN DAN PERTANIAN
Nama
: Alvian Purwanto
NIM : 125100305111002
JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
STRUKTUR
DAN FUNGSI SEL
1. Pengertian Sel
Sel berasal dari kata latin cella. Berarti
ruangan kecil, yang ditemukan oleh Robert Hooke, pengamatan terhadap sayatan
gabus (terdapat ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tsb).
- Sel merupakan suatu ruangan kecil
yang bibatasi oleh membran, yang didalamnya terdapat cairan (protoplasma).
- Protoplasma terdiri dari
plasma sel (sitoplasma) dan inti sel (nukleus). Di dalam inti sel terdapat
plasma inti atau nukleoplasma.
- Sel merupakan satuan
terkecil makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan (tidak dapat
dibagi-bagi lagi). merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup (dilihat
secara struktural).
Secara fungsional, sel berfungsi untuk
menjalankan fungsi kehidupan (menyelenggarakan kehidupan jika sel-sel
penyusunnya berfungsi) kemudian membentuk organisme. Sel berkembang biak dengan
cara membelah diri (secara mitosis).
2. Sejarah
dan Teori Sel
Tokoh-tokoh penemu teori sel:
1. Robert Hooke (1635 – 1703) Orang yang pertama menyebutkan
istilah sel yaitu cellulae=ruangan kecil yang kosong danmengamati sayatan gabus
tutuip botol (Quercus suber), merupakan sel mati yang tidak memilki isi sel.
2. Antonie Van Leeuwenhoek (1723) Seroang ahli asah lensa dari Belanda,
membuat mikroskop sederhana , Memeriksa cairan setetes air kolam microscopic “animalcules”
(hewan kecil) merupakan:sel bakteri dan orang yang pertama kali
melukiskan bentuk-bentuk bakteri.
3. Robert Brown (1833) Ilmuwan Skotlandia yang pertma kali
menemukan inti sel pada sayatan sel anggrek Inti sel disebutnya sebagai
nukleus.Nukleus ini merupakan struktur sel yang sangat penting bagai kehidupan.
4. Felix Durjadin (1835) Tokoh berkebangsaan Perancis yang
pertama kali menemukan cairan sel yang hidup (sarkode) yang merupakan bagian
penting dari sel Menururtnya bagian terpenting dari sel adalah isi sel yang
berupa cairan hidup yang berada dalam suatu lumen.
5. Johanes Purkinje Merupakan ilmuwan yang menyatakan bahawa
isi sel adalah protoplasma.
3. Teori
Sel
Ada beberapa teori tentang sel diantaranya:
1) Sel
merupakan kesatuan struktural dari makhluk hidup, semua makhluk hiudp terususn
atas sel. Tokoh pencetus teori ini adalah:
- M. Schleiden (1804-1881) :
sel tumbuhan.
- Theodore Schwann (1810
-1882) : sel hewan.
2) Sel
merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup.
- Dikemukakan oleh Max
Schulze tahun 1861.
- Sel mengatur fungsi-fungsi
pda makhluk hidup.
3) Sel
adalah kesatuan pertumbuhanm dari makhluk hidup.
- Dikemukakan oleh Rudolf
Virchow (1858).
- Dia menyatakan bahwa
makhluk hiudp berasal dari pertumbuhan sel sebelumnya“omne cellulae a
cellulae”.
4) Sel
merupakan kesatuan herediatas (sifat menurun) makhluk hidup
- Dikemukakan oleh biarawan
Austria Gregor Mendel (1822-1884).
B. SEL
PROKARIOTIK DAN SEL EUKARIOTIK
Unit dasar bagi struktur dan fungsi
setiap organisme adalah salah satu dari dua tipe sel yaitu sel prokariot dan
sel eukariot. Hanya organisme dari domain bakteria dan arkhaea yang
terdiri dari sel-sel prokariot. Protista fungi, hewan dan tumbuhan terdiri atas
sel-sel eukariot.
1) Sel
Prokariotik
Istilah prokariotik, berasal dari kata yunani pro dan karyon. Pro
artinya sebelum dan karyon, artinya inti. Jadi sel prokariotik berarti “sebelum
inti”. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus sejati karena
bahan intinya masih tersebar di dalam sitpolasma dan belum di selubungi oleh
membran inti. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleotid,
tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah ini dari bagian sel lainnya
(Campbell I, 2008: 107).
Sebagian besar prokariot berukuran
kecil dengan diameter dalam kisaran 1µm dan bersifat uniseluler.
Prokariot bisa bertahan hidup pada habitat yang panas, dingin, asin, asam
atau terlalu basa untuk eukariota. Prokariot meliputi dua domain yaitu domain
bakteria dan domain arkhaea. (Campbell II, 2003: 105-107)
Struktur umum sel prokariotik yang diwakili
oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel,
membran sel, mesosom, sitoplasma, ribosom dan materi inti (DNA dan RNA).
Dinding sel bakteri berfungsi untuk
menahan tekanan osmotic sitoplasma, sehingga sel tidak mudah pecah akibat
masuknya air kedalam sel, dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau
mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri. Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan
protein atau lipoprotein, Pada beberapa bakteri, mesosom berperan dalam
pembelahan sel. Sedangkan pada sianobakteri, mesosom berfungsi sebagai kompleks
fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis. Di dalam sitoplasma
terdapat kurang lebih 20.000 - 30.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein.
Ribosom merupakan tempat sintesis protein.(Campbell II.2003: 107)
Pengelompokan organisme prokariot
Pemisahan awal bakteria dan arkahaea
adalah hubungan salah satu diantara kedua domain prokariot ini dengan siganature
sequence yang unik, yaitu adanya urutan basa yang spesifik-takson
ditempat yang mirip pada RNA ribosomal atau asam nukleat lain. (Campbell II,
2003: 115)
a. Domain
arkhaea
Memberan sel archaea disususn oleh lipid
gliserol berbasisis oprenoid. Tidak memiliki nutrient didalam dinding selnya
dan posisinya diganti oleh suatu protein tertentu. Sifat lain yang khas adalah
bahwa archaea tidak sensitive terhadapkebanyakan antibiotic yang potensial
menghambat bakteri atau eukariota. Sebagian besar archaea menempati lingkungan
yang lebih ekstrim di bumi. (Campbell II.2003 : 115-116 )
Para ahli biologi yang mempelajari
kehidupan prokariota telah mengidentifikasi tiga kelompok utama arkhaea yaitu :
metanogen, halofil ekstrim, dan termofil ekstrim. (Campbell II.2003:
115-116 )
1. Metanogen dinamai
sesuai dengan metabolism energinya yang khas, dimana H₂ digunkan untuk mereduksi CO₂ menjadi metana (CH₄). Metanogen yang
tergolong anaerob yang paling strict (tidak mentolerir keberadaan oksigen),
akan teracuni oleh adanya oksigen. Mareka hidup dilumpur dan rawa tempat
mikroba lain telah menghabiskan semua oksigen, metana yang keluar sebagai
gelembung dari tempat tersebut dikenal sebagai gas rawa. Metenogen juga
merupakan pengurai penting yang digunakan dalam pengolahan kotoran. Spesies
metanogen lain menempati lingkungan anaerobic didalam perut hewan dan berperan
penting dalam proses nutrisi sapi, rayap dan herbivore lain yang terutama
mengandalkan makanan berselulosa.
2. Halofil
ekstrim (bahasa yunani halo “garam” dan philos “pencinta”) hidup
ditempat yang asin seperti Great Salt Lake dan laut mati. Beberapa spesies
sekedar memiliki teloransi terhadap salinitas, sementara yang lain memerlukan
suatu linggkungan yang sepuluh kali lebih asin dari laut untuk dapat tumbuh.
Koloni halofil membentuk suatu buih berwarna merah ungu, yang dihasilkan oleh
bateriorhodopsi.
3. Termofil
ekstrim dapat bertahan hidup dalam lingkungan panas. Kondisi optimum
untuk archaea ini adalah suhu 60⁰c sampai 80⁰c. sulfolobus menempati mata air panas sulfur di
Yellowstone National Park, dan mendapatkan energinya dengan cara
mengoksidasikan sulfur lainya hidup pada air besuhu 105⁰c dekat dengan lubang hidrotemal dilaut dalam.
Termofil ekstrim adalah prokariota yang paling dekat hubungan kekerabatannya
dengan eukariota. Ia menyoroti makna evolusioner ini dengan menyebut termofil
ekstrim ini sebagai eosit (eocyte) yang berarti “sel-sel permulaan”. (Campbell
II, 2003 : )
b. Domain
Bakteria
Bakteri dapat menjelaskan sebagian besar
prokariota dengan setiapcara nutrisi dan metabolism utamanya ditunjukan oleh
ribuan spesiesnya yang telah diketahui. Bakteri telah memiliki keanekaragaman
yang luas sejak lama dimasa silam, sehingga ikatan evolusioner antara berbagai
kelompok taksonomik sampai saat ini masih belum jelas. Sistematika molecular
menawarkan alat yang paling ampuh untuk melacak evolusi prokariota, dan para
penelitian sekarang dapat mengusulkan subdivisi taksonomik dari domain, kita
mempeljari terlebih dahulu pengelompokan bakteri berdasarkan cara memperoleh
nutrisinya bakteria yang secara filogenik masuk akan . Para ahli sistematika
mengakui dan mengenali sekitar lusinan kelompok bakteri. (Campbell II. 2003 :
116 )
Sebelum mempelajari sistematika dari bakteri, kita mempelajari terlebih dahulu
pengelompokan bakteri berdasarkan cara memperoleh nutrisinya. Nutrisi diartikan
sebagai car suatu organisme mendapatkan dua sumberdaya untuk mensintesis
senyawa organic, energy dan sumber karbon. Untuk mengelompokan prokariota
berdasarkan keempat caranya memperoleh nitrisi pokok : (Campbell II.2003 : 116)
1. Fotoautotrof adalah
organisme fotosintetik yang memanfaatkan energy cahaya untuk menjalankan
sistesis senyawa organik dari karbondioksida (CO₂).
2. Kemoutotrof hanya
memerlikan CO₂ sebagai sumber karbon, tetapi
alih-alih menggunkan cahaya untuk energy. Prokariota ini mendapatkan
energy dengan cara mengoksidasi bahan-bahan anorganik. Energy kimia diekstraksi
dari hydrogen sulfide (H₂S), amino (NH₃), ion fero (Fe²⁺), atau beberapa bahan
kimia lain tergantung pad aspesiesnya.
3. Fotoheterotrof dapat
menggunkan cahaya untuk menghasilkan ATP, tetapi harus menggunakan karbon dalam
bentuk organic.
4. Kemoheterotrof harus
mengkonsumsi molekul organic sumber energy dan karbon. (Campbell II.2003: 116 )
Tabel 1.1. Perbandingan
karakteristik tiga domain
|
Karakteristik
|
Domain
|
||
|
Bakteria
|
Arkhaea
|
eukarya
|
|
|
Selubung nukleus
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
Ada
|
|
Organel yang terbungkus membrane
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
Ada
|
|
Dinding sel
|
Murein dan LPS serta protein
|
Protein glikoprotein, pseudomurein
|
Sangat bervariasi tapi tidak memiliki peptidoglikan
|
|
Ukuran
|
1-4µm
|
1-4µm
|
>5µm
|
|
Lipid membrane
|
Hidrokarbon tak bercabang
|
Beberapa hidrokarbon bercabang
|
Hidrojkarbon tidak bercabang
|
|
RNA polymerase
|
Satu jenis
|
Beberapa jenis
|
Beberapa jenis
|
|
Asam amino inisiator untuk permulaan sintesis protein
|
Formil-metionin
|
Metionin
|
Metionin
|
|
Intron (bagian gen yang bukan untuk pengkodean)
|
Tidak ada
|
Ada pada beberapa gen
|
Ada
|
|
Respons terhadap antibiotuk streptomisin dan kloramfenikol
|
Pertumbuhan terlambat
|
Pertumbuhan tidak terlambat
|
Pertumbuhan tidak terlambat
|
2) Sel
Eukariotik
Eukariotik berasal dari
kata yunani eu dan karyon. Eu, yaitu sungguh
atau benar, dan karyon yaituinti. Jadi sel eukariotik artinya memiliki inti yang sesungguhnya yang dibungkus oleh
selubung inti. Sebagian besar DNA berada dalam organel yang disebut nukleus,
yang dibatasi oleh membran ganda. (Campbell I.2008: 107)
Sel
eukariotik umumnya jauh lebih besar dari pada prokariotik. Sel eukariot umumnya
berdiameter 10-100 µ memiliki bagian-bagian sub-selular yang
disebut dengan organel. Berbeda dengan prokariota, DNA eukariota disimpan
dalam kumpulan kromosom yang tersimpan di dalam nukleus yang terbungkus
membran nukleus. Selain sel eukariot melakukan pembelahan sel secara
aseksual, kebanyakan eukariota juga bisa melakukan reproduksi seksual melalui proses fusi sel,
yang tidak ditemukan pada prokariota. (Campbell I. 2008: 107)
Sel eukariot bisa hidup didaerah basa. Sebagian
sel eukariotik sel-sel tersebut mempunyai lebih banyak persamaan dengan sel
hewan dan sel tumbuhan.
Sel eukariotik biasanya merupakan
penyusun struktur makhluk hidup multiseluler. Sel eukariotik tersusun atas
membrane sel, sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom,
komplek golgi, lisosom, badan mikro, mitrokondria, mikrotubulus dan mikro
filamen. Organel-organel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi
kelangsungan hidup sel tersebut. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi
yang berbeda – beda.(Campbell I. 2008: 108)
Komponen-komponen sel eukariot
a. Nukleus
Nukleus mengandung sebagian besar gen
dalam sel eukariotik (sebagian gen terletak dalam mitokondria dan kroplas).
Nukleus merupakan organel yang paling menonjol dalam sel eukariot dengan
diameter sekitar 5µm. Selaput nucleus merupakan membrane ganda.
·
Memuat dan menyimpan informasi genetic, DNA, yang menentukan bagaimana sel
akan berfungsi sebagai mana dari struktur dasar dari sel.
·
Membuat semua RNA, termasuk RNA ribosomal, transfer dan messenger.
·
Menyalin DNA sel utama melalui pembelahan sel.
Selubung
nukleus
Nukleolus
Kromatin
b. Sistem
endomembran
Tidak hanya melakukan pembentukan membrane
untuk membatasi sel, membrane plasma, tapi dalam sel kita menemukan sistem
membran yang terdiri dari beberapa komponen, tiap komponen menghubungkan dengan
membrane plasma pada suatu waktu dan di lain waktu.
Komponen endomembrane :
o Reticulum endoplasma
o Badan golgi
o Lisosom
o Peroksisom
Tabel 1.2 Perbedaan atau
perbandingan antara sel-sel prokariotik dengan sel-sel Eukariotik
|
Prokariotik
|
Eukariotik
|
|
|
Contoh organismenya
|
Bakteri dan ganggang hijau biru
|
Protista, fungi, tumbuhan dan hewan
|
|
Ukuran sel
|
Umumnya 1-10
|
Umumnya 5-100
|
|
Metabolisme
|
Anaerobik dan aerobik
|
Aerobik
|
|
Organela
|
Sedikit atau tidak ada
|
Nukleus, mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, dll.
|
|
DNA
|
Sirkular, dalam sitoplasma
|
Sangat panjang terdapat dalam inti sel.
|
|
RNA dan protein
|
Disintesis pada beberapa kompartemen
|
Sintesis RNA terjadi dalam nukleus, protein disintesis dalam sitoplasma
|
|
Sitoplasma
|
Tidak ada sitoskeleton
|
Sitoskeleton tersusun dari filamen protein
|
|
Pembelahan sel
|
Kromosom memisahkan diri oleh adanya pemisahan membran plasma
|
Kromosom memisah melalui gelendong pembelahan
|
|
Organisasi seluler
|
Umumnya uniseluler
|
Umumnya multiseluler, sel-sel dengan tugas yang berbeda-beda
|
Sel merupakan suatu ruangan kecil yang bibatasi oleh membran, yang
didalamnya terdapat cairan (protoplasma). Protoplasma terdiri dari plasma sel
(sitoplasma) dan inti sel (nukleus). Di dalam inti sel terdapat plasma inti
atau nukleoplasma dan merupakan satuan terkecil makhluk hidup yang dapat
melaksanakan kehidupan (tidak dapat dibagi-bagi lagi).
C. BAGIAN-BAGIAN
SEL antara lain:
1. Dinding
sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri dari selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel. Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu, sebagai pelindung, pemberi bentuk tetap dan memiliki pori-pori sebagaijalan keluar masuknya molekul-molekul. Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri dari selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel. Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu, sebagai pelindung, pemberi bentuk tetap dan memiliki pori-pori sebagaijalan keluar masuknya molekul-molekul. Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.
2. Membran
sel
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma.
Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan
alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang
dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis
lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua
molekul dapat melalui membran sel. Struktur membran sel yaitu model
mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972.
Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida
dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan
membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan
lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana
komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai
bentuk interaksi semipermanen. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah
phospholipid, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah:
Sebagai
lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati
membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar
yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti
molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik
membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
sebagai
pelindung molekuler sel terhadap lingkungan sekitar.
mengatur
lalu intas molekul dan ion-ion dari dan kedalam tubuh.
Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
|
|
|
3. Sitoplasma
|
Merupakan cairan yang berada dalam sel selain nukleoplasma (plasma inti).
Cairannya disebut sitosol,padatannya berupa organel2. Sitosol
tersusun atas: air, protein, asam amino, vitamin, nukleotida, asam
lemak, gula, & ion2. Padatan sitoplasma terdiri dari organel-organel :
yaitu: ribosom, mitokondria, & kompleks golgi dan mempunyai sifat fisik
berubah-ubah karena mengandung protein. Dapat berupa fase sol(cair)
& fase gel (gelatin, padat) tergantung kondisi sel.
4. Nukleus
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel
eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan
bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan
beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah
yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga
integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola
ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen
saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein,
sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi
dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai,
dijalankan, dan diakhiri.
5. Sentriol (sentrosom)
Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang
sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini
akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel
di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi
kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom. Terdapat sejumlah
fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang
sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan
S, yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua
pasang sentriol. Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru
terbentuk tadi telah memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak
ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas
benang-benang spindel.
6. Reticulum
Endoplasma
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung
berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma
bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan
labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi
separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik
berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang
berarti “jaringan”).Letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma ( hanya pada
sel eukariotik). Macam-macam RE yaitu, RE kasar (berhadapan dengan sitoplasma
& ditempeli ribosom) dan RE halus (tidak mengandung ribosom).
Fungsi RE:
Menampung protein
dihasilkan oleh ribosom (masuk ke dalam rongga RE)
Untuk disalurkan
pada kompleks golgi dan berakhir pada sel (RE KASAR)
Mensintesis lemak
dan kolesterol (RE KASAR & HALUS)
Menetralkan racun (detoksifikasi)
Transportasi
molekul2 dari bagian yang satu ke bagian yang lainnya (RE
KASAR & RE HALUS).
7. Ribosom
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel, tersusun atas RNA-ribosom & protein, dan tidak mempunyai membran.
8. Kompleks Golgi
Fungsi kompleks golgi antara lain:Kompleks Golgi merupakan organel polimorfik, tersusun atas membran berbentuk kantong pipih, berupa pembuluh, gelembung kecil, atau bentukan seperti mangkok. Kompleks golgi adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. Cara kerja kompleks golgi dengan RE menampung & menyalurkan protein ke Golgi, Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel.
Membentuk kantung
(vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil
tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
Membentuk membran
plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang
dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
Membentuk dinding
sel tumbuhan
Fungsi lain ialah
dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah
dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
Tempat untuk
memodifikasi protein
Untuk menyortir dan
memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
Untuk membentuk
lisosom
9. Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.
- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.
- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut)
10. Mitokondria
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium.Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.Secara umum mitokondria berbentuk butiran/benang dan bersifat plastis (mudah berubah). Mitokondria berkembang biak dengan membelah diri dari mitokondria sebelumnya (pembelahan pada bakteri). Memiliki 2 membran: membran luar & dalam (membran luar mirip dengan membran plasmadan terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton). Pada membran dalam terjadi pelekukan ke arah dalam membentuk krista (membuat permukaan membran semakin luas sehingga proses respirasi menjadi semakin efektif) terjadi dalam membran dalam mitokondria dan matriks (tersusun atas air, protein, enzim respirasi, garam, DNA & ion2).
11. Mikrotubulus dan Mikrofilamen
Mikrofilamen: merupakan benang2 halus, tipis, & memanjang. Mempunyai 2 protein yaitu aktin dan myosin (banyak terdapat pada sel2 otot & membentuk rangka dalam pd sel), menyebabkan kontraksi pada sel2 otot; tetapi apabila aktin dan miosin saling menjauh maka akan terjadi relaksasi; contoh Amoeba: berperan dalam pembentukan pseudopoda, gerakan sel, gerakan sitoplasma, pembelahan sel yaitu terbelahnya sel menjadi 2 sel anak karena ditarik mikrofilamen yg menghubungkan membran. Mikrotubulus: pada gelendong sel berupa benang2 spindel yg menghubungkan 2 kutub sel pada waktu pembelahan (gerakan kromosom dari daerah equator ke kutub masing2 dikendalikan oleh mikrotubulus.) Selain itu berguna pula untuk penyusun sentriol, flagela, & silia. Secara umum dapat disimpulkan berguna pada pergerakan sel.
1 2. Plastisida
Yaitu organel yg mengandung pigmen. Macam2 plastisida:
Kromoplas: yaitu plastida
mengandung pigmen merah, jingga / kuning Contohny: pada tomat, apel.
Leukoplas: yaitu plastida yg tidak
mengandung warna. Biasanya ada pada jaringan tumbuhan yg tidak terkena
cahaya, sel embrional, empelur batang, bagian tumbuhan di dalam tanah yg
berwarna putih.
Amiloplas: yaitu
plastida yg mengandung amilum.
Kloroplas: yaitu
plastida mengandung klorofil. Terdapat di autotrof yg
eukariotik & sel yg berklorofil(ganggang, lumut, tumbuhan paku).
Memiliki membran rangkap:
membran luar :
permukaan rata, fungsi: mengatur keluar masuk zat.membran
dalam : membungkus cairan kloroplas yg disebut stroma melipat
ke arah dalam & membentuk lembaran2 yg disebut tilakoid. Tilakoid
yg bertumpuk2, membentuk tumpukan seperti uang logam disebut grana. Pada
permukaan dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yg tersusun berderet
disebut kuantosom.
Fungsi klorofil : menangkap energi cahaya matahari Energi tsb digunakan
untuk memecah molekul air yg kemudian direaksikan dengan karbon dioksida
menjadi gula.
1 3. Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa
Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya.
Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan
dan bakteri, kecuali padahewan uniseluler tingkat rendah.
fungsi vakuola adalah :
fungsi vakuola adalah :
a. Memelihara tekanan osmotik sel
b. Penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
c. Mengadakan sirkulasi zat dalam sel
d. Tempat cadangan makanan: Amilum & gula
disimpan di vakuola, jka diperlukan dapa digunakan kembali. Contoh:
akar ketela pohon(tepung) & di batang tebu(gula).
e. Menyimpan pigmen: Dalam vakuola pada sel2
mahkota bunga ada pigmen merah, biru, kuning,dll. Itu sebabnya mahkota bunga
berwarna warni.
f. Menyimpan minyak asiri: Minyak asiri
tergolong minyak eteris. Sampai sekarang, belum diketahui guna minyak ini untuk
tumbuhan. Contoh: minyak kayu puith, peppermint,aroma harum pada bunga.
g. Menyimpan sisa metabolism: Sisa metabolisme tidak bisa
dikeluarkan tumbuhan, oleh karena itu disimpan di vakuola. Misal:Asam
oksalat, alkaloid, getah karet.
D. SEL
HEWAN DAN SEL TUMBUHAN
Hewan merupakan organisme yang mampu
bergerak aktif, mereka memperoleh sumber energynya melalui rekasi oksidasi
senyawa kimia(kemotrof) dengan sumber rantai karbonya berasal dari zat organic
(heterotrof) oleh karena itu hewan bersifat kemoheterotrof. Sedangkan tumbuhan
merupakan orgnisme yang bergerak pasif dan kaku, merka berbeda dari hewan
mereka memperoleh sumber energinya berasal dari cahaya matahari (fototrof) dan
sumber rantai karbon berasal dari zat anorganik (autotrof/ototof).
Dari perbedaan secara umum antara hewan
dan tumbuhan bisa menjadi factor bahwa sel yang dimiliki masing-masing antara
mereka memiliki struktur serta komponen yang berbeda. Hewan mampu bergerak
aktif karena sel hewan memiliki struktur yang flexible ini dikarnakan sel hewan
tidak memiliki komponen dinding sel yang membuatnya tidak kaku berbeda dengan
sel tumbuhan yang memiliki dinding sel menjadikan selnya kaku, pada tumbuhan
perolehan sumber energinya berasal dari sinar matahari, oleh karena itu
tumbuhan memiliki organel fotosintetik yang mampu merubah energy dari sinar
matahari untuk dijadikan sumber energy yang melakukan aktifitas sel tersebut.
Organel ini disebut dengan plastida yang memiliki pigmen untuk mengolah sinar
yang ditangkap oleh tumbuhan. Selain itu masih banyak lagi komponen serta
organel penyusun sel hewan dan tumbuhan berikut ini table komponen dan
organel sel hewan dan tumbuhan.
PENERAPAN APLIKASI SEL DALAM BIDANG
PETERNAKAN DAN PERTANIAN
Bioteknologi sangat bermanfaat bagi perkembangan kehidupan
manusia. Berikut ini adalah penerapan bioteknolgi dalam bidang peternakan dan
pertanian.
A. Bidang Peternakan
Penerapan prinsip bioteknologi dalam bidang peternakan antara lain sebagai berikut:
1. Teknologi transplantasi nukleus
Teknologi ini lebih dikenal dengan teknologi kloning yaitu teknologi yang digunakan untuk menghasilkan individu duplikasi (mirip dengan induknya). Teknologi kloning telah berhasil dilakukan pada beberapa jenis hewan. Salah satunya adalah pengkloningan domba yang dikenal dengan domba Dolly. Melalui kloning hewan, beberapa organ manusia untuk keperluan transplantasi penyembuhan suatu penyakit berhasil dibentuk. Tahapan teknologi kloning adalah;
a. Isolasi nukleus (inti sel) dari hewan donor.
Nukleus diisolasi dari sel putting susu domba dewasa dengan menggunakan teknik khusus sehingga dapat dikeluarkan dari membrane sel
b. Isolasi sel telur
Sel telur yang belum dibuahi diperoleh dari domba lain. Dibutuhkan banyak sel telur dalam teknologi ini karena banyak sel telur yang tidak mampu bertahan dalam tahapan pengkloningan lebih lanjut.
c. Pengambilan nukleus dari sel telur
d. Penggabungan nukleus dengan sel telur. Nukleus yang telah diisolasi dari sel domba dewasa digabungkan ke dalam sel domba lain yang telah dihilangkan nukleusnya. Secara genetic sel domba yang menerima nukleus identik dengan domba pendonor.
e. Pemasukan sel telur kedalam rahim. Sel telur dimasukkan ke dalam rahim domba betina yang lain. Hanya sedikit sel telur yang mampu bertahan dan berkembang di dalam rahim. Sel telur yang mampu bertahan akan berkembang menjadi embrio dan selanjutnya akan dihasilkan anak domba yang mirip dengan domba pendonor nukleus
2. Teknik Inseminasi Buatan
Teknik ini dikenal dengan nama kawin suntik, adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan sperma yang telah dicairkan dan diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut “ insemination gun”. Teknik inseminasi buatan memiliki beberapa tujuan, yaitu:
a. Memperbaiki mutu genetika ternak
b. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama
c. Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur
d. Menyegah menularan dan penyebaran penyakit kelamin.
3. Transfer Embrio
Apabila kawin suntik memfokuskan pada sperma jantan, maka transfer embrio tidak hanya potensi dari jantan saja yang dioptimalkan, melainkan potensi betina berkualitas unggul juga dapat dimanfaatkan secara optimal.
Teknik TE ini, betina unggul tidak perlu bunting tetapi hanya berfungsi menghasilkan embrio yang untuk selanjutnya bisa ditransfer pada induk titipan dengan kualitas yang tidak perlu bagus tetapi memiliki kemampuan untuk bunting.
Embrio yang akan ditransfer ke resipien disimpan dalam foley kateter dua jalur yang steril (tergantung ukuran serviks). Sebelum dilakukan panen embrio, bagian vulva dan vagina dibersihkan dan disterilkan dengan kapas yang mengandung alcohol 70%. Embrio yang didapat dapat langsung di transfer ke dalam sapi resipien atau dibekukan untuk disimpan dan di transfer pada waktu lain.
4. Teknologi Transgenik
Hewan transgenik adalah hewan yang telah mengalami rekayasa genetika sehingga dihasilkan hewan dengan sifat yang diharapkan. Teknologi transgenik pada hewan dilakukan dengan cara penyuntingan fragmen DNA secara mikro ke dalam sel telur yang telah mengalami pembuahan. Tujuan dari teknologi ini adalah meningkatkan produk dari hewan ternak seperti daging susu, dan telur.
Contoh dari hewan yang mengalami teknologi ini adalah domba transgenik. Jadi DNA domba ini disisipi dengan gen manusia yang disebut factor VIII ( merupakan protein pembeku darah). Berkat penyusupan gen tersebut, domba menghasilkan susu yang mengandung factor VIII yang dapat dimurnikan untuk menolong penderita hemophilia.
Rekayasa genetika juga dapat melestarikan spesies langka. Sebagai contoh, sel telur zebra yang sudah dibuahi lalu ditanam dalam kuda spesies lain. Spesies lain yang dipinjam rahimnya ini disebut surrogate. Hal ini sudah diterapkan pada spesies keledai yang hamper punah di Australia.
Teknik pelestarian dengan rekaya genetika berguna, dengan alasan:
a. Induk dari spesies biasa dapat melahirkan anak dari spesies langka.
b. Telur hewan langkah yang sudah dibuahi dapat dibekukan, lalu disimpan bertahun-tahun meskipun induknya sudah mati. Jika telah ditemukan surrogate yang sesuai, telur tadi ditransplantasi.
5. Hormon BST (Bovine Somatotrophin)
Dengan rekayasa genetika dihasilkan hormon pertumbuhan dewan yaitu BST. Caranya adalah:
a. Plasmid bakteri E.Coli dipotong dengan enzim endonuklease
b. Gen somatotropin sapi diisolasi dari sel sapi
c. Gen somatotropin disisipkan ke plasmid bakteri
d. Bakteri yang menghasilkan bovin somatotropin ditumbuhan dalam tangki fermentasi
e. Bovine somatotropin diambil dari bakteri dan dimurnikan.
Hormon ini dapat memicu pertumbuhan dan meningkatkan produksi susu. BST ini mengontrol laktasi (pengeluaran susu) pada sapi dengan meningkatkan jumlah sel-sel kelenjar susu. Jika hormon yang dibuat dengan rekayasa genetika ini disuntuikkan pada hewan, maka produksi susu akan meningkat 20%.
Pemakaian BST telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration), lembaga pengawasan obat dan makanan di Amerika. Amerika berpendapat nsusu yang dihasilkan karena hormon BST aman di konsumsi tapi di Eropa hal ini dilarang karena penyakit mastitis pada hewan yang diberikan hormon ini meningkat 70%.
Selain memproduksi susu, hormon ini dapat memperbesar ukuran ternak menjadi 2 kali lipat ukuran normal. Caranya dengan menyuntik sel telur yang akan dibuahi dengan hormon BST. Daging dari hewan yang diberi hormon ini kurang mengandung lemak. Sehingga dikhawatirkan hormon ini dapat mengganggu kesehatan manusia.
B. Bidang Pertanian
Penerapan bioteknologi pada bidang pertanian bertujuan untuk memperoleh varietas unggul suatu tanaman, meningkatkan hasil panen dan kualitas produk, serta daya tahan suatu tanaman terhadap berbagai jenis penyakit. Pengembangan tanaman dengan media selain tanah yang dikenal dengan nama hidroponik. Penerapan bioteknologi pada tanaman, disebabkan tanaman memiliki sifat totipotensi sel yang sangat baik. Sifat totipotensi sel adalah kemampuan suatu sel atau jaringan untuk tumbuh menjadi individu baru.
1. Tanaman yang Dapat Menfiksasi Nitrogen
Serealia atau tumbuhan rumput-rumputan berbiji merupakan tumbuhan yang menyuplai 50% makanan pokok penduduk dunia. Namun, serealia tidak memiliki simbion bakteri akar-akarnya untuk memfiksasi nitrogen, sehingga kebutuhan nitrogen (N2) diperoleh dari penambahan pupuk buatan. Kelebihan pupuk buatan yang diberikan dapat terbilas air dan menyemari air minum yang dikonsumsi manusia di lingkungan sekitar.
Dengan bioteknologi, para ilmuwan mengembangkan tumbuhan yang akar-akarnya dapat bersimbiosis dengan Rhizobium. Ide ini melibatkan gen nif yang dapat mengontrol fiksasi nitrogen. Para ilmuwan menyisipkan gen nif ini pada :
a. Tumbuhan serealia
b. Bakteri yang berasosiasi dengan tumbuhan serealia
c. Plasmid TI ( Tumor Inducing) dari Agrobacterium dan kemudian menginfeksikannya ke tumbuhan yang sesuai dengan bakteri yang telah direkayasa.
2. Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetative dengan mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri menjadi tanaman lengkap. Media kultur merupakan tempat tumbuhnya sel tumbuhan. Media tumbuh sel tumbuhan dapat di dalam tabung yang steril, artinya tabung yang bebas dari hama. Medium itu biasanya dibuat dari agar-agar yang diberi berbagai nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Kultur jaringan tumbuhan dapat dilakukan hanya dengan mengambil beberapa milimeter pucuk tumbuhan yang mengandung jaringan muda atau jaringan lain yang bersifat meristematik. Bagian tumbuhan yang dikultur disebut sebagai eksplan.
Dasar kultur jaringan ini adalah teori totipotensi yang berhasil dibuktikan oleh F.C Steward tahun 1958. Teori ini berbunyi “setiap sel organ tanaman akan mampu tumbuh menjadi tanaman yang sempurna jika ditempatkan di lingkungan yang sesuai”. Sehingga sifat totipotensi merupakan potensi pada setiap sel penyusun jaringan dewasa untuk mengadakan pembelahan dan membentuk individu baru.
Perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan diaplikasikan terutama pada tanaman-tanaman yang sulit dikembangkan secara generative, seperti lada, jahe, pisang, panili, tanaman penyerbuk silang (jambu mente, cengkeh, melinjo, asam), dan tanaman hutan (jati dan cendana)
Hal penting yang diperhatikan dalam teknik ini adalah medium pertumbuhan. Medium yang umum digunakan adalah medium MS (Murashige Skoog) yang diformulasikan oleh Toshio Murashige dan Folke Skoog pada tahun 1962. Tahapan kultur jaringan adalah sebagai berikut:
a. Tanaman yang digunakan berasal dari tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Bagian tanaman untuk kultur (eksplan) dapat berasal dari organ tumbuhan yang dipotong dengan menggunakan pisau steril.
b. Eksplan ditanam secara steril ke dalam botol yang berisi medium padat MS yang diperkaya dengan vitamin
c. Setelah beberapa minggu, eksplan tumbuh menjadi kalus.
d. Kalus dipindahkan ke medium baru. Jika kalus dapat tumbuh jadi individu baru, maka dapat dihasilkan tanaman dengan sifat yang sama dengan induknya.
Keuntungan dari pengembangan kultur jaringan tumbuhan, antara lain:
1) Berlangsung cepat dalam memperoleh tumbuhan baru.
2) Hemat tempat dan waktu.
3) Bibit terhindar dari hama dan penyakit.
4) Memiliki sifat identik dengan induknya.
5) Jumlah tidak terbatas, artinya dapat menghasilkan individu dalam jumlah yang banyak (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 bibit).
3. Teknologi Tanaman Transgenik
Tanaman transgenik merupakan tanaman yang telah disusupi DNA asing sebagai pembawa sifat yang diinginkan. DNA tersebut dapat berasal dari tumbuhan yang beda jenis. Untuk menghasilkan tanaman transgenik dibutuhkan teknik rekayasa genetika dan vector sebagai pembawa gen sifat yang diinginkan. Sebagai vector digunakanlah DNA yang berasal dari bakteri Agrobacterium tumefaciens yang lebih dikenal dengan nama Ti plasmid (tumor-inducing plasmid). Ti plasmid memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam sel tumbuhan selama proses infeksi.
Tahapan untuk memperoleh tanaman transgenik, adalah sebagai berikut:
a. Ti plasmid dikeluarkan dari sel bakteri
b. Ti plasmid dipotong pada sisi yang spesifik dengan menggunakan enzim restriksi.
c. DNA yang berasal dari sel tanaman dipotong dengan menggunakan enzim restriksi yang sama agar diperoleh sisi yang speksifik. Kemudian gen tanaman yang membawa sifat yang diinginkan dipisahkan dari DNA-nya.
d. Gen tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam plasmid sehingga menghasilkan DNA rekombinan.
e. Plasmid yang telah mengandung gen tersebut dimasukkan ke dalam sel tanaman yang dikultur. Saat ini, sel tanaman telah memiliki gen dari tanaman lain.
f. Terjadi regeberasi sel tumbuhan yang akan terus mengalami pembelahan hingga menjadi satu individu tanaman baru. Tanaman baru ini memiliki sifat baru yang diinginkan dan merupakan tanaman transgenik.
Teknologi transgenik telah dilakukan pada beberapa tanaman pertanian seperti jagung, kapas, tomat, padi, kedelai, dan papaya. Pada kedelai telah dimasukkan beberapa gen yang menyebabkan variasi pada tanaman kedelai. Pada tanaman jagung telah dimasukkan gen cry dari Bacillus thuringiensis disebut dengan jagung Bt, yang menyebabkan jagung menghasilkan protein yang dapat membunuh serangga, seperti kupu-kupu.
Tanaman transgenik ini tidak perlu disemprot dengan pestisida untuk menyingkirkan hama dan penyakit, sebab dengan sisipan gen tersebut akan menghasilkan senyawa endotoksin ( senyawa racun) sehingga tanaman transgenik dapat membrantas hama dengan senyawa racun yang dikandungnya.
4. Hidroponik
Penerapan bioteknologi dalam bidang pertanian juga dapat dilakukan dengan cara menanam tanaman dalam media selain tanah, yang disebut hidroponik. Hidroponik adalah teknik menanam tanaman dalam media selain tanah. Hidroponik dapat dilakukan dengan menggunakan media air dan pasir.
1) Hidroponik dengan media air
Tumbuhan ditanam di dalam air dan ditambah unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.
2) Hidroponik dengan media pasir.
Media yang digunakan dapat juga dengan arang, sabut kelapa, atau batubatuan. Dalam teknik ini, sebaiknya ditambahkan unsur-unsur hara. Dalam teknik hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara dan intensitas cahaya agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman cukup baik.
Keuntungan teknik hidroponik, antara lain:
• Masih dapat bercocok tanam di lahan yang sempit.
• Dapat menggunakan pupuk dengan efisien.
• Hama dan penyakit tanaman dapat dihindari.
5. Penggunaan Teknologi Nuklir
Teknologi nuklir menggunaan unsur-unsur radioaktif yang dapat memancarkan sinar radioaktif, antara lain sinar gama (γ ), sinar alfa (α ) dan sinar beta (β).
Manfaat dari radioaktif seperti sinar gama (γ ) berguna untuk pemuliaan tanaman, yaitu dengan meradiasi sel atau jaringan sehingga akan terjadi mutasi yaitu terjadinya perubahan jumlah kromosom atau gen yang terdapat dalam inti sel, dengan tujuan agar menghasilkan atau memiliki keturunan dengan bibit unggul.
Hasil dari mutasi yang sering dinamakan mutan, ternyata memiliki beberapa keuntungan di antaranya cocok ditanam di persawahan pasang surut yang memiliki kadar garam cukup tinggi, tahan wereng cokelat dan hijau, tahan penyakit busuk daun, umur lebih pendek, dapat ditanam pada musim kemarau dalam waktu lebih singkat, hasil panennya lebih banyak. Tanaman hasil mutasi ini bersifat poliploidi (jumlah kromosomnya berkelipatan dari kromosom normal) sehingga dapat memberikan hasil yang lebih tinggi, misalnya cepat berbuah, buahnya lebih besar, dan tidak berbiji.
6. Aeroponik
Aeroponik adalah teknik penanaman sayuran dengan menggunakan styrofoam yang berlubang-lubang sehingga akar tanaman menjuntai ke bawah. Kemudian, air yang telah dicampur dengan unsur-unsur hara disemprotkan sehingga akar-akar bisa menyerapnya. Biasanya, penanaman sayur-sayuran menggunakan teknik ini.
7. Fusi Protoplas
Fusi protoplas merupakan suatu proses alamiah yang terdapat dari mulai tanaman tingkat rendah sampai pada tanaman tingkat tinggi. Fusi protoplas merupakan gabungan protoplas dengan protoplas lain dari beberapa spesies, kemudian membentuk sel yang dapat tumbuh menjadi tanaman hibrid. Hibridisasi somatik melalui fusi protoplasma digunakan untuk menggabungkan sifat lain dua spesies atau genus yang tidak dapat digabungkan secara seksual ataupun aseksual. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggabungkan seluruh genom dari spesies yang sama (intra-spesies), atau antarspesies dari genus yang sama (inter-spesies), atau antargenus dari satu famili (inter genus).
Ketika tanaman dilukai, maka sejumlah sel yang disebut callus akan tumbuh pada tempat yang dilukai tersebut. Sel-sel callus memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tunas dan akar serta keseluruhan tanaman berbunga. Potensi alami sel-sel tersebut yang terprogram menjadi calon tanaman baru sangat ideal untuk rekayasa genetik. Seperti pada sel-sel tanaman, sel-sel callus dikelilingi oleh dinding selulosa yang tebal, yaitu sebuah rintangan yang menghambat pembentukan DNA baru. Dinding sel tersebut dapat dipecah dengan dinding selulose sehingga menghasilkan sel tanpa dinding sel yang disebut protoplas. Protoplas ini dapat digabungkan dengan protoplas lain dari beberapa spesies, kemudian membentuk sel yang dapat tumbuh menjadi tanaman hibrid. Metode ini disebut fusi protoplas.
A. Bidang Peternakan
Penerapan prinsip bioteknologi dalam bidang peternakan antara lain sebagai berikut:
1. Teknologi transplantasi nukleus
Teknologi ini lebih dikenal dengan teknologi kloning yaitu teknologi yang digunakan untuk menghasilkan individu duplikasi (mirip dengan induknya). Teknologi kloning telah berhasil dilakukan pada beberapa jenis hewan. Salah satunya adalah pengkloningan domba yang dikenal dengan domba Dolly. Melalui kloning hewan, beberapa organ manusia untuk keperluan transplantasi penyembuhan suatu penyakit berhasil dibentuk. Tahapan teknologi kloning adalah;
a. Isolasi nukleus (inti sel) dari hewan donor.
Nukleus diisolasi dari sel putting susu domba dewasa dengan menggunakan teknik khusus sehingga dapat dikeluarkan dari membrane sel
b. Isolasi sel telur
Sel telur yang belum dibuahi diperoleh dari domba lain. Dibutuhkan banyak sel telur dalam teknologi ini karena banyak sel telur yang tidak mampu bertahan dalam tahapan pengkloningan lebih lanjut.
c. Pengambilan nukleus dari sel telur
d. Penggabungan nukleus dengan sel telur. Nukleus yang telah diisolasi dari sel domba dewasa digabungkan ke dalam sel domba lain yang telah dihilangkan nukleusnya. Secara genetic sel domba yang menerima nukleus identik dengan domba pendonor.
e. Pemasukan sel telur kedalam rahim. Sel telur dimasukkan ke dalam rahim domba betina yang lain. Hanya sedikit sel telur yang mampu bertahan dan berkembang di dalam rahim. Sel telur yang mampu bertahan akan berkembang menjadi embrio dan selanjutnya akan dihasilkan anak domba yang mirip dengan domba pendonor nukleus
2. Teknik Inseminasi Buatan
Teknik ini dikenal dengan nama kawin suntik, adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan sperma yang telah dicairkan dan diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut “ insemination gun”. Teknik inseminasi buatan memiliki beberapa tujuan, yaitu:
a. Memperbaiki mutu genetika ternak
b. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama
c. Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur
d. Menyegah menularan dan penyebaran penyakit kelamin.
3. Transfer Embrio
Apabila kawin suntik memfokuskan pada sperma jantan, maka transfer embrio tidak hanya potensi dari jantan saja yang dioptimalkan, melainkan potensi betina berkualitas unggul juga dapat dimanfaatkan secara optimal.
Teknik TE ini, betina unggul tidak perlu bunting tetapi hanya berfungsi menghasilkan embrio yang untuk selanjutnya bisa ditransfer pada induk titipan dengan kualitas yang tidak perlu bagus tetapi memiliki kemampuan untuk bunting.
Embrio yang akan ditransfer ke resipien disimpan dalam foley kateter dua jalur yang steril (tergantung ukuran serviks). Sebelum dilakukan panen embrio, bagian vulva dan vagina dibersihkan dan disterilkan dengan kapas yang mengandung alcohol 70%. Embrio yang didapat dapat langsung di transfer ke dalam sapi resipien atau dibekukan untuk disimpan dan di transfer pada waktu lain.
4. Teknologi Transgenik
Hewan transgenik adalah hewan yang telah mengalami rekayasa genetika sehingga dihasilkan hewan dengan sifat yang diharapkan. Teknologi transgenik pada hewan dilakukan dengan cara penyuntingan fragmen DNA secara mikro ke dalam sel telur yang telah mengalami pembuahan. Tujuan dari teknologi ini adalah meningkatkan produk dari hewan ternak seperti daging susu, dan telur.
Contoh dari hewan yang mengalami teknologi ini adalah domba transgenik. Jadi DNA domba ini disisipi dengan gen manusia yang disebut factor VIII ( merupakan protein pembeku darah). Berkat penyusupan gen tersebut, domba menghasilkan susu yang mengandung factor VIII yang dapat dimurnikan untuk menolong penderita hemophilia.
Rekayasa genetika juga dapat melestarikan spesies langka. Sebagai contoh, sel telur zebra yang sudah dibuahi lalu ditanam dalam kuda spesies lain. Spesies lain yang dipinjam rahimnya ini disebut surrogate. Hal ini sudah diterapkan pada spesies keledai yang hamper punah di Australia.
Teknik pelestarian dengan rekaya genetika berguna, dengan alasan:
a. Induk dari spesies biasa dapat melahirkan anak dari spesies langka.
b. Telur hewan langkah yang sudah dibuahi dapat dibekukan, lalu disimpan bertahun-tahun meskipun induknya sudah mati. Jika telah ditemukan surrogate yang sesuai, telur tadi ditransplantasi.
5. Hormon BST (Bovine Somatotrophin)
Dengan rekayasa genetika dihasilkan hormon pertumbuhan dewan yaitu BST. Caranya adalah:
a. Plasmid bakteri E.Coli dipotong dengan enzim endonuklease
b. Gen somatotropin sapi diisolasi dari sel sapi
c. Gen somatotropin disisipkan ke plasmid bakteri
d. Bakteri yang menghasilkan bovin somatotropin ditumbuhan dalam tangki fermentasi
e. Bovine somatotropin diambil dari bakteri dan dimurnikan.
Hormon ini dapat memicu pertumbuhan dan meningkatkan produksi susu. BST ini mengontrol laktasi (pengeluaran susu) pada sapi dengan meningkatkan jumlah sel-sel kelenjar susu. Jika hormon yang dibuat dengan rekayasa genetika ini disuntuikkan pada hewan, maka produksi susu akan meningkat 20%.
Pemakaian BST telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration), lembaga pengawasan obat dan makanan di Amerika. Amerika berpendapat nsusu yang dihasilkan karena hormon BST aman di konsumsi tapi di Eropa hal ini dilarang karena penyakit mastitis pada hewan yang diberikan hormon ini meningkat 70%.
Selain memproduksi susu, hormon ini dapat memperbesar ukuran ternak menjadi 2 kali lipat ukuran normal. Caranya dengan menyuntik sel telur yang akan dibuahi dengan hormon BST. Daging dari hewan yang diberi hormon ini kurang mengandung lemak. Sehingga dikhawatirkan hormon ini dapat mengganggu kesehatan manusia.
B. Bidang Pertanian
Penerapan bioteknologi pada bidang pertanian bertujuan untuk memperoleh varietas unggul suatu tanaman, meningkatkan hasil panen dan kualitas produk, serta daya tahan suatu tanaman terhadap berbagai jenis penyakit. Pengembangan tanaman dengan media selain tanah yang dikenal dengan nama hidroponik. Penerapan bioteknologi pada tanaman, disebabkan tanaman memiliki sifat totipotensi sel yang sangat baik. Sifat totipotensi sel adalah kemampuan suatu sel atau jaringan untuk tumbuh menjadi individu baru.
1. Tanaman yang Dapat Menfiksasi Nitrogen
Serealia atau tumbuhan rumput-rumputan berbiji merupakan tumbuhan yang menyuplai 50% makanan pokok penduduk dunia. Namun, serealia tidak memiliki simbion bakteri akar-akarnya untuk memfiksasi nitrogen, sehingga kebutuhan nitrogen (N2) diperoleh dari penambahan pupuk buatan. Kelebihan pupuk buatan yang diberikan dapat terbilas air dan menyemari air minum yang dikonsumsi manusia di lingkungan sekitar.
Dengan bioteknologi, para ilmuwan mengembangkan tumbuhan yang akar-akarnya dapat bersimbiosis dengan Rhizobium. Ide ini melibatkan gen nif yang dapat mengontrol fiksasi nitrogen. Para ilmuwan menyisipkan gen nif ini pada :
a. Tumbuhan serealia
b. Bakteri yang berasosiasi dengan tumbuhan serealia
c. Plasmid TI ( Tumor Inducing) dari Agrobacterium dan kemudian menginfeksikannya ke tumbuhan yang sesuai dengan bakteri yang telah direkayasa.
2. Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetative dengan mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri menjadi tanaman lengkap. Media kultur merupakan tempat tumbuhnya sel tumbuhan. Media tumbuh sel tumbuhan dapat di dalam tabung yang steril, artinya tabung yang bebas dari hama. Medium itu biasanya dibuat dari agar-agar yang diberi berbagai nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Kultur jaringan tumbuhan dapat dilakukan hanya dengan mengambil beberapa milimeter pucuk tumbuhan yang mengandung jaringan muda atau jaringan lain yang bersifat meristematik. Bagian tumbuhan yang dikultur disebut sebagai eksplan.
Dasar kultur jaringan ini adalah teori totipotensi yang berhasil dibuktikan oleh F.C Steward tahun 1958. Teori ini berbunyi “setiap sel organ tanaman akan mampu tumbuh menjadi tanaman yang sempurna jika ditempatkan di lingkungan yang sesuai”. Sehingga sifat totipotensi merupakan potensi pada setiap sel penyusun jaringan dewasa untuk mengadakan pembelahan dan membentuk individu baru.
Perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan diaplikasikan terutama pada tanaman-tanaman yang sulit dikembangkan secara generative, seperti lada, jahe, pisang, panili, tanaman penyerbuk silang (jambu mente, cengkeh, melinjo, asam), dan tanaman hutan (jati dan cendana)
Hal penting yang diperhatikan dalam teknik ini adalah medium pertumbuhan. Medium yang umum digunakan adalah medium MS (Murashige Skoog) yang diformulasikan oleh Toshio Murashige dan Folke Skoog pada tahun 1962. Tahapan kultur jaringan adalah sebagai berikut:
a. Tanaman yang digunakan berasal dari tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Bagian tanaman untuk kultur (eksplan) dapat berasal dari organ tumbuhan yang dipotong dengan menggunakan pisau steril.
b. Eksplan ditanam secara steril ke dalam botol yang berisi medium padat MS yang diperkaya dengan vitamin
c. Setelah beberapa minggu, eksplan tumbuh menjadi kalus.
d. Kalus dipindahkan ke medium baru. Jika kalus dapat tumbuh jadi individu baru, maka dapat dihasilkan tanaman dengan sifat yang sama dengan induknya.
Keuntungan dari pengembangan kultur jaringan tumbuhan, antara lain:
1) Berlangsung cepat dalam memperoleh tumbuhan baru.
2) Hemat tempat dan waktu.
3) Bibit terhindar dari hama dan penyakit.
4) Memiliki sifat identik dengan induknya.
5) Jumlah tidak terbatas, artinya dapat menghasilkan individu dalam jumlah yang banyak (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 bibit).
3. Teknologi Tanaman Transgenik
Tanaman transgenik merupakan tanaman yang telah disusupi DNA asing sebagai pembawa sifat yang diinginkan. DNA tersebut dapat berasal dari tumbuhan yang beda jenis. Untuk menghasilkan tanaman transgenik dibutuhkan teknik rekayasa genetika dan vector sebagai pembawa gen sifat yang diinginkan. Sebagai vector digunakanlah DNA yang berasal dari bakteri Agrobacterium tumefaciens yang lebih dikenal dengan nama Ti plasmid (tumor-inducing plasmid). Ti plasmid memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam sel tumbuhan selama proses infeksi.
Tahapan untuk memperoleh tanaman transgenik, adalah sebagai berikut:
a. Ti plasmid dikeluarkan dari sel bakteri
b. Ti plasmid dipotong pada sisi yang spesifik dengan menggunakan enzim restriksi.
c. DNA yang berasal dari sel tanaman dipotong dengan menggunakan enzim restriksi yang sama agar diperoleh sisi yang speksifik. Kemudian gen tanaman yang membawa sifat yang diinginkan dipisahkan dari DNA-nya.
d. Gen tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam plasmid sehingga menghasilkan DNA rekombinan.
e. Plasmid yang telah mengandung gen tersebut dimasukkan ke dalam sel tanaman yang dikultur. Saat ini, sel tanaman telah memiliki gen dari tanaman lain.
f. Terjadi regeberasi sel tumbuhan yang akan terus mengalami pembelahan hingga menjadi satu individu tanaman baru. Tanaman baru ini memiliki sifat baru yang diinginkan dan merupakan tanaman transgenik.
Teknologi transgenik telah dilakukan pada beberapa tanaman pertanian seperti jagung, kapas, tomat, padi, kedelai, dan papaya. Pada kedelai telah dimasukkan beberapa gen yang menyebabkan variasi pada tanaman kedelai. Pada tanaman jagung telah dimasukkan gen cry dari Bacillus thuringiensis disebut dengan jagung Bt, yang menyebabkan jagung menghasilkan protein yang dapat membunuh serangga, seperti kupu-kupu.
Tanaman transgenik ini tidak perlu disemprot dengan pestisida untuk menyingkirkan hama dan penyakit, sebab dengan sisipan gen tersebut akan menghasilkan senyawa endotoksin ( senyawa racun) sehingga tanaman transgenik dapat membrantas hama dengan senyawa racun yang dikandungnya.
4. Hidroponik
Penerapan bioteknologi dalam bidang pertanian juga dapat dilakukan dengan cara menanam tanaman dalam media selain tanah, yang disebut hidroponik. Hidroponik adalah teknik menanam tanaman dalam media selain tanah. Hidroponik dapat dilakukan dengan menggunakan media air dan pasir.
1) Hidroponik dengan media air
Tumbuhan ditanam di dalam air dan ditambah unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.
2) Hidroponik dengan media pasir.
Media yang digunakan dapat juga dengan arang, sabut kelapa, atau batubatuan. Dalam teknik ini, sebaiknya ditambahkan unsur-unsur hara. Dalam teknik hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara dan intensitas cahaya agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman cukup baik.
Keuntungan teknik hidroponik, antara lain:
• Masih dapat bercocok tanam di lahan yang sempit.
• Dapat menggunakan pupuk dengan efisien.
• Hama dan penyakit tanaman dapat dihindari.
5. Penggunaan Teknologi Nuklir
Teknologi nuklir menggunaan unsur-unsur radioaktif yang dapat memancarkan sinar radioaktif, antara lain sinar gama (γ ), sinar alfa (α ) dan sinar beta (β).
Manfaat dari radioaktif seperti sinar gama (γ ) berguna untuk pemuliaan tanaman, yaitu dengan meradiasi sel atau jaringan sehingga akan terjadi mutasi yaitu terjadinya perubahan jumlah kromosom atau gen yang terdapat dalam inti sel, dengan tujuan agar menghasilkan atau memiliki keturunan dengan bibit unggul.
Hasil dari mutasi yang sering dinamakan mutan, ternyata memiliki beberapa keuntungan di antaranya cocok ditanam di persawahan pasang surut yang memiliki kadar garam cukup tinggi, tahan wereng cokelat dan hijau, tahan penyakit busuk daun, umur lebih pendek, dapat ditanam pada musim kemarau dalam waktu lebih singkat, hasil panennya lebih banyak. Tanaman hasil mutasi ini bersifat poliploidi (jumlah kromosomnya berkelipatan dari kromosom normal) sehingga dapat memberikan hasil yang lebih tinggi, misalnya cepat berbuah, buahnya lebih besar, dan tidak berbiji.
6. Aeroponik
Aeroponik adalah teknik penanaman sayuran dengan menggunakan styrofoam yang berlubang-lubang sehingga akar tanaman menjuntai ke bawah. Kemudian, air yang telah dicampur dengan unsur-unsur hara disemprotkan sehingga akar-akar bisa menyerapnya. Biasanya, penanaman sayur-sayuran menggunakan teknik ini.
7. Fusi Protoplas
Fusi protoplas merupakan suatu proses alamiah yang terdapat dari mulai tanaman tingkat rendah sampai pada tanaman tingkat tinggi. Fusi protoplas merupakan gabungan protoplas dengan protoplas lain dari beberapa spesies, kemudian membentuk sel yang dapat tumbuh menjadi tanaman hibrid. Hibridisasi somatik melalui fusi protoplasma digunakan untuk menggabungkan sifat lain dua spesies atau genus yang tidak dapat digabungkan secara seksual ataupun aseksual. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggabungkan seluruh genom dari spesies yang sama (intra-spesies), atau antarspesies dari genus yang sama (inter-spesies), atau antargenus dari satu famili (inter genus).
Ketika tanaman dilukai, maka sejumlah sel yang disebut callus akan tumbuh pada tempat yang dilukai tersebut. Sel-sel callus memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tunas dan akar serta keseluruhan tanaman berbunga. Potensi alami sel-sel tersebut yang terprogram menjadi calon tanaman baru sangat ideal untuk rekayasa genetik. Seperti pada sel-sel tanaman, sel-sel callus dikelilingi oleh dinding selulosa yang tebal, yaitu sebuah rintangan yang menghambat pembentukan DNA baru. Dinding sel tersebut dapat dipecah dengan dinding selulose sehingga menghasilkan sel tanpa dinding sel yang disebut protoplas. Protoplas ini dapat digabungkan dengan protoplas lain dari beberapa spesies, kemudian membentuk sel yang dapat tumbuh menjadi tanaman hibrid. Metode ini disebut fusi protoplas.
DAFTAR PUSTAKA
Albert, B., Johnson,
dkk. 2002. Molecular biology of the3 cell. New York: Garland science.
Anonym. 2005. Struktur
dan Fungsi Sel. www.usu.ac.id.
Waktu unduh: 20 mei 2012 14.00 WIB.
Neil, A Campbell, dkk.
2003. Biologi jilid III. Jakarta: Erlangga.
Neil, A Campbell, dkk.
2008. Biologi jilid I. Jakarta: Erlangga.
Sumadi. 2007. Biologi
sel. Semarang: Graha ilmu.
Jati,Wijaya. 2007. Aktif Biologi Pelajaran
Biologi untuk SMA/MA. Jakarta:Ganeca Exact.
D.A.Pratiwi,dkk.2006.Biologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga
http://anekaplanta.wordpress.com/2008/03/02/perkembangan-penelitian-bioteknologi-pertanian-di-indonesia/
http://www.anneahira.com/bioteknologi-peternakan.htm
http://ilmuternak.wordpress.com/materikuliah/reproduksi-ternak/mengenal-teknologi-reproduksi/
D.A.Pratiwi,dkk.2006.Biologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga
http://anekaplanta.wordpress.com/2008/03/02/perkembangan-penelitian-bioteknologi-pertanian-di-indonesia/
http://www.anneahira.com/bioteknologi-peternakan.htm
http://ilmuternak.wordpress.com/materikuliah/reproduksi-ternak/mengenal-teknologi-reproduksi/
Langganan:
Postingan (Atom)
